Perlu Cantumkan Harga di Postingan Jualan? Panduan Praktis untuk UMKM
Tips 17 Oct 2026

Perlu Cantumkan Harga di Postingan Jualan? Panduan Praktis untuk UMKM

Di Threads, ada satu pertanyaan yang sering muncul dari penjual pemula: “Para UMKM, kalau posting jualan pada mencantumkan harga nggak? Apa benar mencantumkan harga bikin view turun atau kena shadowban?” Pertanyaan ini wajar. Banyak penjual takut kehilangan calon pembeli kalau harga terlihat terlalu mahal, atau khawatir algoritma platform memperlakukan postingan jualan secara berbeda.

Sampai saat ini, kami tidak menemukan pernyataan resmi dari platform bahwa mencantumkan harga membuat sebuah postingan dibatasi. Jadi, alih-alih menebak-nebak algoritma, lebih aman mulai dari sudut pandang yang pasti: apa yang dibutuhkan pembeli untuk memutuskan membeli. Artikel ini membantu Anda menimbang kapan harga sebaiknya ditampilkan, bagaimana menuliskannya dengan jelas, dan cara menguji sendiri apa yang paling cocok untuk akun Anda.

1. Lihat dari Sisi Pembeli Dulu

Pembeli yang sedang menggulir linimasa biasanya punya waktu singkat. Kalau harga tidak terlihat, mereka harus mengirim pesan dulu hanya untuk bertanya. Sebagian orang mau melakukannya, tapi tidak sedikit yang memilih lanjut menggulir.

  • Harga yang jelas membantu pembeli menyaring sendiri: apakah produk ini sesuai anggaran mereka.
  • Chat yang masuk cenderung lebih serius, karena orang yang bertanya sudah tahu kisaran harganya.
  • Waktu Anda tidak habis untuk menjawab “berapa, kak?” berkali-kali.

2. Kapan Harga Sebaiknya Ditampilkan

Untuk banyak produk UMKM, harga terbuka justru memudahkan penjualan. Contohnya:

  • Produk dengan harga tetap, seperti camilan, kue kering, minuman, atau frozen food per kemasan.
  • Paket yang sudah standar, misalnya nasi box isi tertentu atau hampers dengan isi yang sama.
  • Postingan di utas “spill jualan” atau “drop UMKM”, tempat pembeli sedang membandingkan banyak penjual sekaligus.

3. Kapan Harga Lebih Baik Berupa Kisaran

Ada juga jenis usaha yang harganya sulit dipastikan tanpa detail. Misalnya jasa desain, katering acara, jahit, renovasi kecil, atau produk custom. Untuk usaha seperti ini, Anda tetap bisa memberi gambaran harga tanpa menulis angka pasti.

  • Tulis harga mulai: “mulai Rp…” untuk paket paling dasar.
  • Sebutkan faktor yang memengaruhi harga, seperti jumlah porsi, bahan, ukuran, atau tingkat kerumitan.
  • Arahkan ke langkah berikutnya: “kirim detail kebutuhan, kami hitungkan estimasinya.”

Dengan begitu, pembeli tidak merasa “dijebak” harus chat dulu, dan Anda tetap punya ruang untuk menghitung sesuai pesanan.

4. Cara Menulis Harga yang Jelas

Harga yang ditulis setengah-setengah sering memicu salah paham. Beberapa kebiasaan sederhana bisa membantu:

  • Tulis satuan dengan jelas: per pcs, per box, per toples, per porsi, atau per paket.
  • Sebutkan apa yang sudah termasuk dan belum, misalnya ongkir, kemasan khusus, atau kartu ucapan.
  • Kalau ada minimal order, tulis di postingan yang sama.
  • Gunakan format yang konsisten di semua platform, supaya pembeli tidak bingung melihat harga berbeda.
  • Perbarui harga lama. Postingan dengan harga yang sudah tidak berlaku bisa menurunkan kepercayaan.

5. Tidak Perlu Takut Terlihat Mahal

Kekhawatiran terbesar biasanya adalah harga terlihat lebih mahal dari penjual lain. Solusinya bukan menyembunyikan harga, melainkan menjelaskan nilai yang didapat pembeli. Tunjukkan bahan yang dipakai, ukuran porsi, foto produk asli, proses pembuatan, atau testimoni pembeli yang sungguhan. Pembeli yang memahami alasan di balik harga akan lebih mudah menerima angka tersebut, dan yang memang mencari harga paling murah bisa langsung memilih penjual lain tanpa membuang waktu kedua belah pihak.

6. Uji Sendiri, Jangan Hanya Ikut Kata Orang

Setiap akun dan setiap produk bisa memberi hasil yang berbeda. Daripada percaya pada satu cerita di kolom komentar, coba uji dengan cara sederhana:

  • Selama dua sampai empat minggu, buat beberapa postingan dengan harga dan beberapa tanpa harga, dengan jenis produk dan jam posting yang mirip.
  • Catat jumlah tayangan, balasan, chat yang masuk, dan yang benar-benar menjadi pesanan.
  • Bandingkan hasilnya. Ukuran yang paling penting adalah pesanan, bukan hanya jumlah tayangan.

Kalau tayangan sedang turun, periksa juga faktor lain: jam posting, kualitas foto, hook di kalimat pertama, atau frekuensi posting yang terlalu sering. Penurunan tayangan jarang disebabkan oleh satu hal saja.

7. Siapkan Tempat Harga yang Selalu Bisa Dibuka

Postingan di media sosial cepat tenggelam. Agar pembeli tetap bisa melihat harga kapan saja, siapkan satu tempat yang rapi: katalog WhatsApp Business, link katalog di bio, atau halaman website berisi daftar produk dan harga. Di postingan, Anda cukup menulis harga utama lalu mengarahkan pembeli ke katalog lengkap.

Checklist Harga di Postingan Jualan

  • Harga atau harga mulai terlihat jelas di postingan.
  • Satuan, minimal order, dan biaya tambahan tertulis.
  • Nilai produk dijelaskan lewat foto asli, bahan, atau proses.
  • Harga konsisten di semua platform dan selalu diperbarui.
  • Ada katalog atau halaman produk untuk daftar harga lengkap.
  • Hasil postingan dicatat dan dibandingkan secara berkala.

Penutup

Mencantumkan harga bukan soal berani atau tidak, tapi soal memudahkan pembeli mengambil keputusan. Mulailah dari kebutuhan pembeli, tulis harga dengan jelas, lalu uji sendiri hasilnya di akun Anda. Kalau Anda ingin punya halaman katalog atau website sederhana agar daftar harga selalu rapi dan mudah dibagikan, tim Mumasa Grup siap membantu.

Bagikan Artikel Ini