Bikin Website UMKM Bayar Berapa? Rincian Biaya yang Perlu Ditanyakan
Di Threads, ada pertanyaan yang cukup sering muncul dari pemilik usaha: “Owner UMKM, ada yang sudah punya website sendiri? Biasanya bayar berapa bikinnya?” Jawabannya hampir selalu berbeda-beda. Ada yang menyebut murah sekali, ada yang menyebut mahal, dan pemilik usaha yang bertanya justru makin bingung.
Perbedaan itu wajar, karena “bikin website” bukan satu barang, melainkan gabungan beberapa komponen. Dua penawaran dengan harga jauh berbeda bisa saja berisi pekerjaan yang juga jauh berbeda. Artikel ini tidak akan menyebut angka pasti, karena harga sangat bergantung pada penyedia dan kebutuhan Anda. Yang kami bahas adalah komponen biayanya dan pertanyaan yang perlu Anda ajukan sebelum memesan.
1. Domain: Alamat Website Anda
Domain adalah alamat yang diketik pembeli, misalnya namausaha.com atau namausaha.id. Domain umumnya dibayar per tahun dan harus diperpanjang. Hal yang perlu diperhatikan:
- Tanyakan biaya tahun pertama dan biaya perpanjangan, karena keduanya bisa berbeda.
- Pastikan domain terdaftar atas nama usaha atau nama Anda sendiri, bukan nama penyedia jasa.
- Minta akses atau setidaknya data akun pengelola domain, supaya Anda tidak kehilangan alamat website jika berganti penyedia.
2. Hosting: Tempat Website Disimpan
Hosting adalah server tempat file dan data website berada. Biayanya juga biasanya berulang, bulanan atau tahunan. Website katalog sederhana tidak butuh hosting sebesar toko online dengan ribuan produk. Tanyakan apakah hosting sudah termasuk dalam paket, berapa lama, dan berapa biaya perpanjangannya.
3. Desain dan Pembuatan
Bagian inilah yang paling membuat harga bervariasi. Beberapa hal yang memengaruhinya:
- Template atau desain khusus. Template lebih cepat dan hemat; desain khusus memakan waktu lebih lama.
- Jumlah halaman. Satu halaman profil berbeda dengan website berisi beranda, tentang kami, katalog, blog, dan kontak.
- Fitur. Tombol WhatsApp dan formulir kontak relatif sederhana, sedangkan keranjang belanja, pembayaran online, atau sistem member butuh pekerjaan lebih banyak.
- Jumlah revisi. Tanyakan berapa kali revisi yang termasuk dalam harga.
4. Konten: Foto, Teks, dan Daftar Produk
Website yang bagus tetap terlihat kosong tanpa isi. Siapa yang menyiapkan foto produk, deskripsi, harga, dan profil usaha? Kalau penyedia jasa yang menulis atau memotret, biasanya ada biaya tambahan. Kalau Anda sendiri yang menyiapkan, kumpulkan bahannya sejak awal agar pengerjaan tidak tertunda.
5. SEO Dasar dan Tampilan di HP
Sebagian besar pembeli membuka website dari HP. Pastikan tampilan mobile termasuk dalam pekerjaan, bukan tambahan. Tanyakan juga apakah penyedia memasang hal dasar seperti judul halaman, meta description, dan pendaftaran ke Google Search Console agar website lebih mudah ditemukan di pencarian.
6. Perawatan Setelah Website Jadi
Biaya yang sering terlupakan muncul setelah website selesai. Website perlu diperbarui, dicadangkan, dan dijaga keamanannya. Tanyakan:
- Apakah ada masa garansi atau dukungan gratis setelah website jadi, dan berapa lama.
- Kalau ingin menambah produk atau mengganti harga, apakah bisa dilakukan sendiri atau harus lewat penyedia.
- Apakah ada biaya perawatan bulanan atau tahunan, dan apa saja yang dicakup.
Daftar Pertanyaan Sebelum Memesan
- Apa saja yang termasuk dalam harga, dan apa yang belum?
- Berapa biaya perpanjangan domain dan hosting setiap tahun?
- Atas nama siapa domain didaftarkan, dan apakah saya mendapat akses admin?
- Berapa halaman, fitur apa saja, dan berapa kali revisi?
- Apakah tampilan mobile dan SEO dasar sudah termasuk?
- Bisakah saya mengubah isi website sendiri setelah jadi?
- Berapa lama pengerjaan, dan bagaimana sistem pembayarannya?
Minta jawaban tertulis, misalnya dalam bentuk penawaran atau rincian pekerjaan. Dengan begitu, Anda bisa membandingkan beberapa penyedia secara adil: bukan hanya membandingkan angka, tapi juga isi pekerjaannya.
Mulai dari Kebutuhan, Bukan dari Fitur
Tidak semua UMKM butuh toko online lengkap di awal. Untuk banyak usaha, website sederhana berisi profil, katalog, harga, lokasi, dan tombol WhatsApp sudah cukup membantu pembeli percaya dan memesan. Tulis dulu apa tujuan website Anda: supaya mudah ditemukan di Google, supaya punya katalog yang rapi, atau supaya bisa menerima pesanan langsung. Tujuan yang jelas membantu Anda memilih paket yang sesuai dan tidak membayar fitur yang belum dipakai.
Penutup
Jadi, bikin website UMKM bayar berapa? Jawaban jujurnya: tergantung komponen yang Anda butuhkan. Yang terpenting, Anda tahu apa yang dibayar, siapa pemilik domain, dan bagaimana website dirawat setelah jadi. Kalau Anda ingin berdiskusi soal kebutuhan website usaha, tim Mumasa Grup siap membantu menyusun rincian yang jelas sejak awal.